Mendirikan rumah sakit baru bukan hanya soal bangunan dan tenaga medis, tetapi juga kesiapan sistem digital yang mendukung operasional harian. Salah satu fondasi terpenting adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Dengan SIMRS yang disiapkan sejak awal, rumah sakit dapat beroperasi lebih efisien, terintegrasi, dan siap menghadapi tuntutan regulasi serta pelayanan modern.

Lalu, apa saja hal yang wajib dipersiapkan terkait SIMRS sejak awal pendirian rumah sakit? Berikut pembahasannya.

1. Menentukan Kebutuhan dan Skala Rumah Sakit

Langkah pertama sebelum memilih SIMRS adalah memahami kebutuhan rumah sakit secara menyeluruh. Rumah sakit tipe D tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah sakit tipe B atau A.

Beberapa hal yang perlu dipetakan:

  • Jenis layanan (rawat jalan, rawat inap, IGD, ICU, penunjang medis)

  • Jumlah tempat tidur

  • Perkiraan volume pasien harian

  • Rencana pengembangan layanan di masa depan

Dengan perencanaan ini, SIMRS yang dipilih tidak hanya sesuai kebutuhan saat ini, tetapi juga siap dikembangkan (scalable).

2. Memastikan SIMRS Sesuai Regulasi Pemerintah

SIMRS bukan sekadar sistem internal, tetapi juga harus mendukung kepatuhan terhadap regulasi kesehatan nasional. Pastikan SIMRS yang dipilih:

  • Mengacu pada standar Kementerian Kesehatan

  • Mendukung integrasi dengan SATUSEHAT

  • Memenuhi aspek keamanan dan kerahasiaan data pasien

  • Mendukung pelaporan rumah sakit (RL, klaim BPJS, dan pelaporan lainnya)

Kesesuaian regulasi sejak awal akan menghindarkan rumah sakit dari masalah administratif di kemudian hari.

3. Menyiapkan Infrastruktur Teknologi Informasi

SIMRS yang baik membutuhkan infrastruktur IT yang memadai. Beberapa komponen penting yang harus disiapkan:

  • Jaringan internet dan LAN yang stabil

  • Server (on-premise atau cloud)

  • Perangkat komputer di setiap unit pelayanan

  • Sistem backup data dan keamanan jaringan

Untuk rumah sakit baru, banyak yang mulai beralih ke SIMRS berbasis cloud karena lebih fleksibel dan minim biaya perawatan infrastruktur.

4. Memilih Modul SIMRS yang Lengkap dan Terintegrasi

Pastikan SIMRS memiliki modul-modul inti yang saling terhubung, seperti:

  • Pendaftaran dan admisi pasien

  • Rekam medis elektronik (RME)

  • Rawat jalan dan rawat inap

  • Farmasi dan gudang obat

  • Laboratorium dan radiologi

  • Keuangan, billing, dan kasir

  • Manajemen SDM dan jadwal tenaga medis

Integrasi antar modul akan mengurangi input data berulang dan meminimalkan kesalahan administrasi.

5. Menyiapkan Tim dan SDM Pengguna SIMRS

Teknologi secanggih apa pun tidak akan optimal tanpa SDM yang siap menggunakannya. Sejak awal, rumah sakit perlu:

  • Menunjuk tim penanggung jawab SIMRS

  • Menyusun SOP penggunaan sistem

  • Mengadakan pelatihan bagi tenaga medis dan non-medis

  • Menyediakan dukungan internal (helpdesk) untuk kendala teknis

Dengan pelatihan yang tepat, proses adaptasi ke SIMRS akan berjalan lebih lancar.

6. Memastikan Dukungan Vendor dan Layanan Purna Jual

Untuk rumah sakit baru, dukungan vendor SIMRS sangat krusial. Pilih penyedia SIMRS yang:

  • Berpengalaman di bidang kesehatan

  • Menyediakan pendampingan implementasi

  • Memberikan update sistem secara berkala

  • Memiliki layanan support yang responsif

Vendor yang tepat akan menjadi mitra jangka panjang dalam pengembangan sistem rumah sakit.

7. Merencanakan Implementasi Bertahap

Agar operasional tidak terganggu, implementasi SIMRS sebaiknya dilakukan secara bertahap. Misalnya:

  • Tahap awal: pendaftaran, kasir, dan rawat jalan

  • Tahap berikutnya: rawat inap dan farmasi

  • Tahap lanjutan: RME penuh dan integrasi eksternal

Pendekatan ini membantu tim rumah sakit beradaptasi dengan sistem baru secara lebih efektif.

Kesimpulan
Menyiapkan SIMRS sejak awal pendirian rumah sakit adalah langkah strategis yang tidak boleh diabaikan. Dengan perencanaan kebutuhan, kesiapan infrastruktur, pemilihan sistem yang sesuai regulasi, serta dukungan SDM dan vendor yang tepat, SIMRS dapat menjadi tulang punggung operasional rumah sakit yang efisien, aman, dan berorientasi pada kualitas pelayanan pasien.

Rumah sakit baru yang mempersiapkan SIMRS dengan matang akan lebih siap menghadapi tantangan layanan kesehatan modern dan perkembangan digital di masa depan.