SIMRS, Jaminan Kepatuhan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)

Akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan standar SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) adalah tolok ukur tertinggi mutu dan keselamatan pasien di Indonesia. Dalam proses akreditasi ini, keberadaan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) bukan hanya persyaratan teknis, tetapi bukti nyata dari Layanan Digital Manajemen Rumah Sakit yang terstruktur.

SIM RS yang handal, seperti yang dikembangkan oleh teraMedik Bandung, memainkan peran sentral dalam mengumpulkan dan menyajikan data yang diperlukan untuk memenuhi setiap elemen penilaian akreditasi. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana Aplikasi Rumah Sakit terintegrasi menjadi kunci kelulusan SNARS.

Mengapa SIM RS Menjadi Tulang Punggung Akreditasi SNARS?

Akreditasi SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) merupakan tolok ukur penting bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk menunjukkan kualitas dan keamanan pelayanan. Untuk mencapai akreditasi ini, Faskes harus membuktikan adanya proses yang terstandar dan terkontrol di setiap aspek pelayanannya. Dalam konteks modern, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi tulang punggung yang tak tergantikan dalam memenuhi persyaratan ini, mengintegrasikan berbagai fungsi dan data untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang efisien, aman, dan akuntabel.

1. Keselamatan Pasien (Sasaran I - VI): Pondasi Pelayanan Berkualitas

Keselamatan pasien adalah prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, dan SIMRS memainkan peran krusial dalam mendukung keenam Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) yang ditetapkan SNARS:

  • Identifikasi Pasien secara Tepat (SKP I): Aplikasi rekam medis elektronik (RME) dalam SIMRS memastikan bahwa setiap pasien teridentifikasi dengan unik dan akurat. Ini mencakup pencatatan data demografi yang lengkap, penggunaan identifikasi ganda (misalnya, nama lengkap dan tanggal lahir), serta integrasi dengan sistem identifikasi biometrik jika diperlukan. Keakuratan identifikasi ini meminimalkan risiko kesalahan dalam pemberian terapi, tindakan medis, atau prosedur diagnostik.

  • Peningkatan Komunikasi yang Efektif (SKP II): SIMRS memfasilitasi komunikasi klinis real-time yang efektif antar tenaga medis. Ini terwujud melalui fitur seperti pesan internal yang aman, dashboard informasi pasien terpusat, dan integrasi data dari berbagai disiplin ilmu (dokter, perawat, farmasi, laboratorium, radiologi). Dengan SIMRS, informasi penting seperti riwayat alergi, hasil pemeriksaan, instruksi pengobatan, dan catatan perkembangan pasien dapat diakses secara instan oleh tim perawatan, mengurangi potensi miskomunikasi dan kesalahan klinis.

  • Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai (SKP III): Modul Farmasi dalam SIMRS dirancang untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat, terutama obat-obatan high-alert. Sistem ini menyediakan alert otomatis untuk dosis yang tidak lazim, potensi interaksi obat-obat atau obat-makanan yang berbahaya, serta riwayat alergi pasien terhadap obat tertentu. Fitur barcode scanning untuk verifikasi obat saat pemberian juga dapat diintegrasikan, memastikan bahwa obat yang tepat diberikan kepada pasien yang tepat dengan dosis yang tepat pada waktu yang tepat.

  • Kepastian Tepat-Lokasi, Tepat-Prosedur, Tepat-Pasien Operasi (SKP IV): Meskipun SIMRS tidak secara langsung melakukan tindakan operasi, namun mendukung proses pra-operasi dan pasca-operasi untuk memastikan kepastian ini. Ini termasuk pencatatan lengkap mengenai rencana operasi, checklist keselamatan bedah elektronik, persetujuan tindakan medis yang terekam, serta koordinasi antar unit terkait (kamar operasi, anestesi, unit perawatan).

  • Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (SKP V): SIMRS dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian infeksi melalui modul Surveilans Infeksi. Sistem dapat merekam data infeksi nosokomial, memantau pola resistensi antibiotik, serta memberikan alert untuk praktik-praktik yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi. Data ini kemudian dapat digunakan untuk analisis dan perbaikan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

  • Pengurangan Risiko Jatuh (SKP VI): SIMRS dapat mengintegrasikan tools penilaian risiko jatuh dan mencatat intervensi yang telah dilakukan untuk mencegah jatuh pada pasien berisiko tinggi. Perawat dapat mendokumentasikan hasil penilaian dan rencana pencegahan di RME, yang kemudian dapat dipantau oleh tim perawatan.

2. Akses Pelayanan dan Kontinuitas (ARK): Menjamin Alur Pelayanan yang Efisien

SIMRS adalah kunci untuk memastikan akses yang lancar dan kontinuitas pelayanan bagi pasien:

  • Informasi Ketersediaan Tempat Tidur Real-Time: Modul rawat inap dalam SIMRS menyediakan informasi terkini mengenai ketersediaan tempat tidur di seluruh unit perawatan. Ini memungkinkan unit gawat darurat atau unit rujukan untuk segera mengetahui kapasitas rumah sakit dan mengalokasikan pasien ke tempat yang sesuai, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi.

  • Pencatatan dan Manajemen Proses Rujukan: SIMRS mendokumentasikan seluruh alur rujukan pasien, baik masuk maupun keluar. Informasi rujukan elektronik mencakup data pasien, alasan rujukan, hasil pemeriksaan awal, dan instruksi perawatan dari fasilitas perujuk. Ini memastikan transisi perawatan yang mulus dan terkoordinasi antar fasilitas kesehatan, mendukung kontinuitas pelayanan yang terencana dan terkelola dengan baik.

  • Jadwal Pelayanan dan Sumber Daya: SIMRS juga dapat mengelola jadwal dokter, ruang tindakan, dan peralatan medis, memastikan pemanfaatan sumber daya yang optimal dan mengurangi penundaan pelayanan.

3. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO): Akuntabilitas dan Keamanan Obat

Modul Farmasi di SIMRS adalah inti dari manajemen obat yang aman dan akuntabel, yang sangat krusial dalam penilaian PKPO:

  • Pengadaan Obat yang Efisien: SIMRS membantu dalam manajemen stok obat, memprediksi kebutuhan, dan mengotomatiskan proses pemesanan ke pemasok. Ini mencegah kehabisan stok obat esensial dan mengurangi pemborosan.

  • Penyimpanan Obat Sesuai Standar: Sistem dapat memantau suhu penyimpanan obat (jika terintegrasi dengan sensor), mengingatkan tentang tanggal kedaluwarsa, dan membantu dalam rotasi stok obat sesuai prinsip First Expired First Out (FEFO) atau First In First Out (FIFO).

  • Peresepan Elektronik (e-Prescribing): Melalui RME, dokter dapat meresepkan obat secara elektronik, mengurangi risiko kesalahan akibat tulisan tangan yang tidak terbaca. Resep elektronik terhubung langsung ke modul farmasi, memungkinkan apoteker untuk segera memverifikasi dan menyiapkan obat. Sistem juga dapat menyertakan informasi dosis, rute, dan frekuensi pemberian secara otomatis.

  • Penyiapan dan Penyaluran Obat: SIMRS memandu apoteker dalam menyiapkan obat, termasuk peracikan jika diperlukan. Sistem ini dapat mencatat waktu penyiapan dan penyaluran obat, serta verifikasi oleh petugas farmasi.

  • Pemberian Obat kepada Pasien: Melalui integrasi dengan sistem identifikasi pasien, SIMRS membantu perawat dalam memverifikasi pasien dan obat sebelum pemberian, mendukung prinsip 7 Benar (benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, benar dokumentasi, benar informasi).

  • Pencatatan dan Pelaporan: Seluruh alur obat, mulai dari pengadaan hingga pemberian, tercatat secara detail dalam SIMRS. Akuntabilitas data ini sangat penting untuk audit internal, pelaporan ke regulator, dan peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian.

Secara keseluruhan, SIMRS bukan hanya sekadar perangkat lunak, melainkan sebuah sistem terintegrasi yang mendukung transformasi digital di Fasilitas Kesehatan. Dengan kemampuannya untuk mengotomatisasi, mengintegrasikan, dan mendokumentasikan setiap aspek pelayanan, SIMRS menjadi instrumen vital dalam memenuhi standar akreditasi SNARS, memastikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan bagi pasien. Investasi dalam SIMRS yang robust dan terimplementasi dengan baik adalah investasi dalam masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Integrasi Fasilitas dan Modul Rumah Sakit dan Klinik untuk Bukti Data

SIMRS teraMedik memastikan semua fasilitas dan modul Rumah Sakit dan Klinik menghasilkan data yang siap audit:

  • Medical Image Management Software (MIMS): Menyediakan pengarsipan digital hasil Radiologi yang mudah ditelusuri untuk audit klinis (misalnya, menelusuri waktu tunggu hasil pencitraan), memenuhi standar manajemen data.

  • Modul Laporan Mutu:sim rs secara otomatis menarik data dari RME dan modul operasional untuk menghitung Indikator Mutu Nasional (IMN) dan Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMPRS), yang menjadi bukti utama peningkatan mutu.

Dengan Aplikasi rs yang terintegrasi, rumah sakit di teraMedik Bandung dapat beralih dari pengumpulan dokumen kertas yang rumit ke demonstrasi sistem digital yang efisien, transparan, dan sesuai standar SNARS. Memilih SIM RS yang telah terbukti mendukung akreditasi adalah keputusan strategis untuk masa depan Fasilitas Kesehatan terintegrasi Anda.